Laman

Rabu, 19 Oktober 2011

Mikrotonik dapat menghasilkan asam amino

Mikrotonik merupakan produk herbal cair yang mampu menghasilkan enzim dan 18 asam amino esensial . Tahukah anda apa itu asam amino. Asam amino adalah sembarang senyawa organik yang memiliki gugus fungsional karboksil (-COOH) dan amina (biasanya -NH2). Dalam biokimia seringkali pengertiannya dipersempit: keduanya terikat pada satu atom karbon (C) yang sama (disebut atom C "alfa" atau α). Gugus karboksil memberikan sifat asam dan gugus amina memberikan sifat basa. Dalam bentuk larutan, asam amino bersifat amfoterik: cenderung menjadi asam pada larutan basa dan menjadi basa pada larutan asam. Perilaku ini terjadi karena asam amino mampu menjadi zwitter-ion. Asam amino termasuk golongan senyawa yang paling banyak dipelajari karena salah satu fungsinya sangat penting dalam organisme, yaitu sebagai penyusun protein.

Asam amino diperlukan oleh makhluk hidup sebagai penyusun protein atau sebagai kerangka molekul-molekul penting. Ia disebut esensial bagi suatu spesies organisme apabila spesies tersebut memerlukannya tetapi tidak mampu memproduksi sendiri atau selalu kekurangan asam amino yang bersangkutan. Untuk memenuhi kebutuhan ini, spesies itu harus memasoknya dari luar (lewat makanan). Istilah "asam amino esensial" berlaku hanya bagi organisme heterotrof.

Bagi manusia, ada delapan (ada yang menyebut sembilan) asam amino esensial yang harus dipenuhi dari diet sehari-hari, yaitu isoleusina, leusina, lisina, metionina, fenilalanina, treonina, triptofan, dan valina. Histidina dan arginina disebut sebagai "setengah esensial" karena tubuh manusia dewasa sehat mampu memenuhi kebutuhannya. Asam amino karnitina juga bersifat "setengah esensial" dan sering diberikan untuk kepentingan pengobatan.

Fungsi biologi asam amino: 1.Penyusun protein, termasuk enzim. 2.Kerangka dasar sejumlah senyawa penting dalam metabolisme (terutama vitamin, hormon dan asam nukleat). 3.Pengikat ion logam penting yang diperlukan dalam dalam reaksi enzimatik (kofaktor).

Protein tersusun dari berbagai asam amino yang masing-masing dihubungkan dengan ikatan peptida. Meskipun demikian, pada awal pembentukannya protein hanya tersusun dari 20 asam amino yang dikenal sebagai asam amino dasar atau asam amino baku atau asam amino penyusun protein (proteinogenik). Asam-asam amino inilah yang disandi oleh DNA/RNA sebagai kode genetik.



Selasa, 25 Januari 2011

Kesaksian 1 pengguna Mikrotonik, Pak Harjito

Pada kesaksian 1 pengguna mikrotonik kali ini bernama Hardjito Ranu Asmoro, berusia 51tahun. Beralamat di jl. karangcangkring dukun Gresik, nomor telp: 085648278450. Jenis penyakit yang diderita yakni penyakit ambaein, maag serta lumpuh akibat stroke.

Pak Harjito menderita penyakit embaein dan maag sejak tahun 1987 sedangkan penyakit strokenya semenjak 3 bulan yang lalu sejak tulisan ini dibuat pada tahun 2006. Ketika menderita penyakit tersebut diatas, beliau mengalami keluhan susah duduk, perut mual, kaki dan tangan sebelah kanan tidak dapat digerakkan dan tak dapat berjalan secara normal.

Pengguna mikrotonik, Pak Harjito sudah rutin ke dokter namun tak juga sembuh. Dalam pengobatan dari dokter yang lama, akhitnya beliau memutuskan untuk mengkonsumsi Mikrotonik. Setelah mengkonsumsi mikrotonik dalam kurun waktu kurang lebih sebulan telah menunjukkan hasil yang positif. Penyakit ambaien tidak kumat dan perut sudah tak mual. Lumpuh kakinya secara berangsur-angsur dapat digerakkan  itupun baru meminum mikrotonik 3 botol (1botol=500ml) dalam jangka waktu 21 hari.

Selama mengkonsumsi mekrotonik, Pak Harjito mengalami beberapa keluhan yang terjadi pada saat pertama kalinya mengkonsumsi mikrotonik, jantung terasa berdebar namun tetap saja mengkonsumsi diiringi dengan do'a. Berikut merupakan proses kemajuan setelah mengkonsumsi mikrotonik. Berbagai macam obat telah saya coba namun belum ada perkembangan. Alhamdulillah, Allah memberikan kesembuhan kepada saya melalui mikrotonik. Secara rutin semua penyakit yang saya alami berangsur membaik terutama kelumpuhan yang saya derita bisa normal kembali dan merasa nyaman sehingga sekarang saya sudah bisa berjalan kembali seperti sedia kala.

Selasa, 05 Oktober 2010

Murbei menyembuhkan segala penyakit

Murbei merupakan jenis tanaman yang dapat menyembuhkan dari segala penyakit.  Semua bagian pohon dapat menjadi obat. Agar herbal alami murbei efektif dapat sembuhkan segala penyakit perlu pengolahan bahan murbei yang tepat. Penyakit yang dapat disembuhkan dengan murbei antara lain: bisul, kencing nanah, darah tinggi, reumatik, gigitan ular, sampai hepatitis. Semua penyakit ini akan segera punah jika Anda obati dengan daun murbei.  Hebat ya murbei ini? Ya.

Siapa yang dapat menduga bila tumbuhan yang selalu menjadi makanan ulat sutra ini ,ternyata memiliki khasiat obat yang luar biasa. Murbei merupakan tanaman yang berasal dari Cina. Tumbuh baik pada habitat pada ketinggian lebih dari 100 m dpl dan memerlukan cukup sinar matahari. Tumbuhan yang sudah di tanam di perkebunan ini menyukai daerah-daerah yang cukup basa seperti di lereng gunung, tetapi pada tanah yang berdrainase baik. Namun terkadang ditemukan pohon murbei tumbuh secara liar. 

Ciri-ciri fisik pohon murbei yang dapat dilihat antara lain tinggi pohon  kurang lebih 9m, bercabang banyak, cabang muda berambut halus. Daun tunggal, letak berseling, yang panjangnya 4 cm. Helai daun bulat telur sampai berbentuk jantung, ujung runcing, pangkal tumpul, tepi bergerigi, menyirip agak menonjol, permukaan atas dan bawah kasar, panjang 2,5-20 cm, lebar 1,5-12 cm, warnanya hijau. Bunga majemuk bentuk tandan, keluar dari ketiak daun, mahkota bentuk taju, warnanya putih. Dalam satu pohon terdapat bunga jantan, bunga betina dan bunga sempurna yang terpisah. Murbei berbunga sepanjang tabun.

Buahnya banyak berupa buah buni, berair dan rasanya enak. Buah muda warnanya hijau, setelah masak menjadi hitam. Biji kecil, warna hitam. Tumbuhan ini dibudidayakan karena daunnya digunakan untuk makanan ulat sutera. Daun muda enak di sayur dan berkhasiat sebagai pembersih darah bagi orang yang sering bisulan. Perbanyakan dengan setek dan okulasi.

Banyak penyakit Penyakit yang dapat diobati dengan murbei, yakni: Demam, flu, malaria, batuk, rematik, darah tinggi (Hipertensi), kencing manis (diabetes mellitus), kaki gajah (elephantiasis), radang mata merah (conjuntionctivitis acute), memperbanyak ASI, keringat malam, muntah darah, batuk darah, batuk berdahak, kolesterol tinggi (Hiperkolesterolemia), tidak datang haid, gangguan saluran pencernaan, sesak napas (asma), cacingan, muka bengkak (edema), sukar kencing (disuria), neurastenia, jantung berdebar (palpitasi), sembelit, tuli, vertigo, hepatitis, kurang darah (anemia), rambut beruban, sakit kepala, sakit tenggorokan, sakit gigi, sakit kulit, sakit pinggang (lumbago), menyuburkan pertumbuhan rambut.

Komposisi kegunaan bagian dari tanaman murbai yaitu: 
  • Daun: bersifat pahit, manis, dingin, masuk meridian paru dan hati. Buah bersifat manis, dingin, masuk meridian jantung, hati, ginjal. Kulit akar bersifat manis sejuk, masuk meridian paru.
  • Ranting: bersifat pahit, netral, masuk meridian hati.
  • Daun murbei mengandung ecdysterone, inokosterone, lupeol, beta-sitosterol, rutin, moracetin, isoquersetin, scopoletin, scopolin, alfa-, beta-hexenal, cis-beta-hexenol, cis-lamda-hexenol, benzaidehide, eugenol, linalool, benzyl alkhohol, butylamine, aceto’ne, trigonelline, choline, adenine, asam amino, cooper, zinc, vitamin (A, B1, C dan karotein), asam klorogenik, asam fumarat, asam folat, asam formyltetrahydrofolik, dan mioinositol. Juga mengandung phytoestrogens.
  • Bagian ranting murbei mengandung tannin dan vitamin A. Buahnya mengandung cyanidin, isoquercetin, sakarida, asam linoleat, asam stearat, asam oleat dan vitamin (karoten, B1, B2 dan C).
  • Kulit batang mengandung (1) triterpenoids: alfa-,beta-amyrin, sitosterol, sitosterol-alfa-glucoside. (2) flavonoids: morusin, cyclomorusin, kuwanone A,B,C, Oxydihydromorusin. (3) Coumarins: umbelliferone dan scopoletin.
  • Kulit akar mengandung derivat flavone mulberrin, mulberrochromene, cyclomulberrin, cyclomulberrochromene, morussin, dan mulberrofuran A. Juga mengandung betulinic acid, scopoletin, alfa-amyrin, beta-amyrin, undecaprenol, dan dodecaprenol. 
  • Biji: urease.